Archive | Uncategorized RSS feed for this section

KONSERVASI ARSITEKTUR

30 Jun

Sandra Desnia E.P

4TB02

26312808  

 

 Kawasan Kota Tua di Braga, Bandung

A. Pendahuluan

(Kawasan Kota Tua Bandung Jaman Dulu)

(Peta Jalan Braga Tempo Dulu)

Bandung memang tidak memiliki kompleks kota tua seperti di Jakarta atau Semarang. Namun mengingat usia kota Bandung yang juga relatif muda dibandingkan dengan Jakarta atau Semarang misalnya, maka tak heran bila peninggalan-peninggalan tua berupa bangunan di Bandung tak banyak yang berumur lebih dari satu abad. Dari jumlah yang sedikit ini, sebagian besar tampaknya kurang terurus, dalam keadaan kosong dan tampak kumuh. Sangat disayangkan bila penelantaran seperti ini dibiarkan berlangsung terus sehingga secara perlahan gedung-gedung itu rusak dimakan waktu, dan tentunya memunculkan alasan-alasan untuk kemudian merubuhkannya sekalian, seperti yang sudah sering terjadi.

Pada peringatan HUT KAA ke 60, Walikota Bandung, Ridwan Kamil berkeinginan untuk mempromosikan Kota Bandung dengan menonjolkan beberapa lokasi Kota Tua Bandung yang tersebar diberbagai daerah. Kota Tua Bandung meliputi ; Kawasan Braga, Lembong, Tamblong, dan  Kebon Kawung.

(Jalan Braga | Google)

Jalan Braga sebagai salah satu tujuan wisata di Kota Bandung tampaknya semakin populer belakangan ini, sebagai salah satu kawasan Kota Tua. Di banyak situs internet berupa weblog dapat dengan mudah kita temui tulisan-tulisan ringan mengenai ruas jalan yang panjangnya hanya sekitar setengah kilometer ini. Kebanyakan tulisannya bercerita tentang kesan para penulisnya berjalan-jalan di kawasan Braga. Sebagian lain sedikit lebih serius dengan menyampaikan juga data-data sejarah yang berkaitan dengan perkembangan modern Jalan Braga sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini.

Jalan yang cukup populer di Kota Bandung ini rupanya telah populer sejak masa Belanda. Bahkan dari jalan ini pula julukan Paris Van Java dan juga Kota kembang melekat untuk kota Bandung. Gedung-gedung tuanya maish berdiri dengan kokoh di kanan-kiri jalan. Bahkan travelers masih bisa menjumpai roti khas Belanda di zaman dulu di Toko Roti Sumber Hidangan yang telah ada sejak tahun 1900-an.

jalanbraga

Jalan Braga sebelum abad ke-20 hanyalah jalanan becek dan berlumpur yang sering dilalui oleh pedati pengangkut kopi dari koffie pakhuis (di lokasi Balaikota sekarang) yang menuju Grote Postweg (Jalan Asia-Afrika sekarang). Itulah sebabnya di masa lalu Jalan Braga dikenali dengan nama karrenweg atau pedatiweg. Menjelang berakhirnya abad ke-19, Jalan Braga mengalami berbagai perkembangan seiring dengan pembangunan Kota Bandung secara umum.

Memasuki dekade pertama abad ke-20, kawasan Braga perlahan menjadi semacam pusat perbelanjaan bagi warga Eropa yang tinggal di sekitar Bandung, terutama para Preangerplanters yang biasanya berdatangan ke Bandung setelah seminggu penuh mengelola perkebunan mereka di luar kota Bandung. Para pekebun yang datang ini ada yang dari Jatinangor, Sumedang, Pangalengan, Ciwidey, Rajamandala, dan berbagai kawasan perkebunan lainnya yang tersebar di Priangan. Mereka sengaja datang untuk berbelanja, bersantai dan menghibur diri dengan berbagai fasilitas yang tersedia di Bandung saat itu.

Pertunjukan musik, rumah-bola, bioskop, dan toko adalah tempat-tempat utama yang mereka kunjungi. Sambil bersantai mereka juga berbelanja berbagai keperluan sehari-hari mereka di toko serba ada yang terdapat di ujung selatan Jalan Braga, yaitu Toko de Vries (sebelah barat Hotel Homann). Untuk menikmati suasana, atau pertunjukan musik, tersedia sebuah tempat favorit, Societeit Concordia (sekarang kompleks Gedung Merdeka). Tempat ini dikenal mahal dan bergengsi oleh karenanya tidak semua warga Eropa juga dapat menikmatinya. Bagi kaum pribumi lebih mengenaskan, karena untuk sekadar melihat kegiatan di dalamnya pun tidak dapat dilakukan secara terang-terangan, paling-paling dengan pandangan sambil lalu saja.

Untuk memenuhi kebutuhan sandang, para preangerplanters mendapatkannya dari sejumlah toko di ruas Jalan Braga yang saat itu sudah dikenal dengan nama Bragaweg. Berbagai mode pakaian, perhiasan, dan aksesoris tubuh lainnya tersedia di toko-toko yang mulai bermunculan di ruas Bragaweg. Toko pertama yang berdiri adalah toko kelontong milik Hellerman, yang kemudian disusul oleh berbagai toko dan perusahaan lain dengan andalan jualan yang yang lebih spesifik seperti de Concurrent untuk perhiasan, Au Bon Marcheuntuk pakaian, dan Maison Bogerijen untuk makanan. De Concurrent hingga sekarang masih dapat ditemui di Jalan Braga, dan barang yang ditawarkannya pun relatif masih sama, perhiasan. Sedangkan Maison Bogerijen sudah berganti rupa namun masih tetap beroperasi sebagai restoran dengan nama Braga Permai.

Winkelstraat-Bandoeng-1900-1940

(Jalan Braga Jaman Dulu| Google)

Sejumlah usulan tentang revitalisasi Jalan Braga sudah pernah diungkapkan masyarakat melalui berbagai media, salah satunya adalah dengan menjadikan Jalan Braga sebagai sentra FO, distro, atau pusat perbelanjaan yang bergengsi seperti di masa lalu. Atau mencontoh yang sudah dilakukan oleh beberapa kota besar di Indonesia, dengan menjadikannya sebagai kawasan wisata kota tua.

P1260051         P1260049

Sebagai kawasan wisata kota tua, maka penampilan sebagian besar gedung perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar dapat membawa pengunjung ke suasana khas yang hanya bisa didapatkan di Jalan Braga. Gedung-gedung yang kosong dan kumuh diperbaiki dan difungsikan kembali agar dapat benar-benar hidup di siang hari mengimbangi  suasana malam yang saat ini sudah lebih dulu dinamis oleh keberadaan beberapa pub, café, dan tempat hiburan lainnya. Bila karena alasan teknis tertentu, gedung tak bisa difungsikan, paling tidak gedung tersebut bisa berada dalam keadaan terawat dan bersih. Mungkin baik pula bila di depan gedung-gedung tertentu dibuatkan plakat besi atau marmer dengan keterangan ringkas tentang sejarahnya, atau paling tidak, tahun pendirian dan nama arsiteknya.

 Animo masyarakat yang besar juga menghasilkan rejeki bagi para penjaja makanan di sekitar jalan Braga. Untuk mengisi perut yang keroncongan, Anda bisa memilih menikmati makanan di pinggir jalan Braga, mulai dari pedagang kaki lima, kafe, restoran, maupun bar semua ada di Braga. Saya sempat mampir mengunjungi French Bakery, salah satu bakery tua yang berdiri sejak tahun 1978 dan mampu bertahan hingga sekarang. Waw! Suatu prestasi yang wajib diacungi jempol. Walaupun bernama French Bakery, namun toko roti ini menjual aneka roti manis asal Taiwan yang lekat dengan lidah Asia, mulai dari isi keju, cokelat, sosis, jagung, dan lain sebagainya.
     Dengan segudang hiburan dan suasana yang ditawarkan di Braga, membuat kawasan ini menjadi destinasi untuk para pelancong yang ingin menghabiskan waktu di kota Bandung, termasuk bagi para wisatawan. Braga memang surga bagi para pembidik kamera.

B. Telaah Pustaka

  • Kawasan
     Seperti yang sudah dijelaskan sekilas pada sub-teori wilayah, Kawasan merupakan wilayah dalam batasan fungsional tertentu. Menurut Undang-undang No. 26 pada tahun 2007 mendefinisikannya sebagai wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya.
     Pengertian lain kawasan adalah daerah sekitar atau lingkungan, bagian dari wilayah yang digunakan untuk suatu fungsi tertentu, misalnya dalam suatu wilayah pedesaan terdapat kawasan perkampungan, kawasan pertanian, atau kawasan kehutanan.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:
     Kawasan (dari bahasa Jawa Kuna: kawaśan, yang berarti daerah waśa, dari bahasa Sanskerta: “memerintah”) artinya daerah yang memiliki ciri khas tertentu atau berdasarkan pengelompokan fungsional kegiatan tertentu, seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, dan kawasan rekreasi. Misalnya: “Kebayoran Baru merupakan ‘kawasan’ perumahan elite.”
     Contoh kawasan antara lain: Kawasan Lindun-Kawasan Budidaya dalam suatu wilayah provinsi; Kawasan Perkotaan-Kawasan Pedesaan dalam suatu wilayah kabupaten; Kawasan Perumahan, Kawasan Pusat Kota, dan Kawasan Industri dalam suatu kota.
     Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya.

Adapun jenis-jenis istilah kawasan dalam Penataan Ruang, adalah sebagai berikut  :
1. Kawasan lindung
2. Kawasan budi daya
3. Kawasan perdesaan
4. Kawasan agropolitan
5. Kawasan perkotaan
6. Kawasan metropolitan
7. Kawasan megapolitan
8. Kawasan strategis
9. Kawasan strategis nasional
10. Kawasan strategis provinsi
11. Kawasan strategis kabupaten/kota
12. Ruang terbuka hijau

 

  • Kota-Tua

Menurut Branch (1996: 2) Kota diartikan sebagai tempat tinggal dari beberapa ribu atau lebih penduduk, sedangkan perkotaan diartikan sebagai area terbangun dengan struktur dan jalan-jalan, sebagai suatu permukiman terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu (Branch, 1996:2). Dalam pengertian lain kota adalah wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, yang sebagian besar lahannya terbangun dan perekonomiannya bersifat non pertanian.

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 2 Tahun 1987 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kota, kota adalah permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan wilayah administrasi yang diatur dalam peraturan perundangan serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan kekotaan. Sedangkan perkotaan adalah satuan kumpulan pusat-pusat permukiman yang berperan di dalam suatu wilayah pengembangan dan atau Wilayah Nasional sebagai simpul jasa.

Dalam Inmendagri nomor 34 tahun 1986 tentang Pelaksanaan Permendagri nomor 7 tahun 1986 tentang Batas-batas Wilayah Kota Di Seluruh Indonesia, ciri-ciri wilayah kota dapat dilihat dari aspek fisik dan aspek sosial ekonomi.
Dilihat dari aspek fisik, maka wilayah kota mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ;

  1. Tempat permukiman penduduk yang merupakan satu kesatuan dengan luas, jumlah bangunan, kepadatan bangunan yang relatif lebih tinggi daripada wilayah sekitarnya;
  2. Proporsi bangunan permanen lebih besar di tempat itu daripada di wilayah-wilayah sekitarnya;
  3. Mempunyai lebih banyak bangunan fasilitas sosial ekonomi (sekolah, poliklinik, pasar, toko, kantor pemerintah dan lain-lain) daripada wilayah sekitarnya.

 

Kota-kota secara umum dapat dibedakan berdasarkan fungsi kota maupun untuk kepentingan perumusan kebijakan perencanaan.  Berdasarkan fungsinya, menurut Sujarto (1989) kota di Indonesia dapat dikelompokan menjadi ;

  • kota pusat pemerintahan,
  • kota pusat perdagangan,
  • kota pusat lalu lintas dan angkutan.

 

Jadi dalam hal ini, Kota Tua merupakan area terbangun dengan struktur dan jalan-jalan, sebagai suatu permukiman terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu yang mempunyai batasan wilayah administrasi yang diatur dalam peraturan perundangan serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan kekotaan namun dalam hal ini kota sudah berumur sangat lama dan bersejarah.

C. Gambaran Kawasan

Kawasan Kota Tua Bandung

(Kawasan Kota Tua Bandung | Foto : niqadrian(dot)blogspot(dot)com)

Setelah Bandung “dandan” pada perhelatan Konferensi Asia Afrika beberapa waktu yang lalu, ada banyak perubahan yang terjadi di kawasan terselenggaranya hajat internasional ini. Selain kawasan kota tua Bandung tersebut kian cantik, berbagai fasilitas publik pun kian menyebar di seluruh kawasan yang dulunya terbengkalai.

Bangunan Tua di Jalan Braga  Bangunan Tua di Braga (1)

Bangunan Tua di Braga (2)    Bangunan Klasik di Jalan Braga

(Bangunan Tua di Jalan Braga| http://www.kusnendar.web.id)

Jika melihat lagi ke belakang, tentu sekitar kota tua Bandung yang meliputi, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, dan jalan-jalan di sekitarnya ini terkesan dibiarkan bergitu saja. Jalanan kota tua ini hanya dijadikan sebuah lintasan yang banyak dilewati. Tapi, setelah jalanan kota tua yang telah di dandani, kawasan tersebut menjadi sebuah wisata baru yang berada di pusat kota.

Kota Tua Bandung yang Ramai Pengunjung

(Kota Tua Bandung yang Ramai Pengunjung | Foto : instagram(dot)com/discoverbandung)

(Suasana sore Kota Bandung | Google)

Banyak perubahan-perubahan yang terjadi di kota tua tersebut. Bahkan, hampir setiap hari jalanan di pusat kota tersebut tidak pernah sepi dikunjungi. Di akhir pekan pun, kawasan ini menjadi tempat tujuan wisata baru yang menarik perhatian. Selain murah, tempat ini juga terletak di pusat kota yang tentunya menjadi pusat hingar bingar kota.

dsc_0207-copy

(Keadaan Kota Tua saat ramai pada masa kini)

Jalan yang bersejarah dan jalan yang spesial, terlihat dari jalannya yang menggunakan batu alam karena diperlakukan spesial. Banyak kehidupan malam di sekitar jalan ini dan pada waktu tertentu akan ada braga culinary festival.

Terdapat toko-toko dan resto dengan bangunan kuno, bahkan beberapa masih bertahan dengan ‘kejadulannya’. Banyak wisatawan menjadikan jalan Braga sebagai tempat untuk foto-foto. Jalan yang sangat bersejarah, dengan gedung gedung tua di kanan kiri jalan.

Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi di kota tua Bandung;

Jalan Braga

(Jalan Braga | Foto : geishatraveling(dot)blogspot(dot)com)

Sejak dulu, Jalan Braga memang dikenal sebagai kawasan kota tua di Bandung. Sejarahnya, jalan ini dulu menjadi pusat kota yang terkenal dikalangan para pendatang dari Eropa dan Belanda. Hingga saat ini, banyak wisatawan yang berkunjung dan tidak melewatkan untuk sekedar berjalan-jalan di kota tua Bandung tersebut.

Tidak ketinggalan, Jalan Braga ini juga ikut didandani dan memiliki wajah baru. Beberapa kali memang kawasan ini dilakukan renovasi, mulai dari trotoar jalan yang sempat tersendat pengerjaannya karena tidak sesuai jadwal, parkir elektronik yang menjadi suatu kemajuan dibidang transportasi, dan juga pengecetan bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan karena kurang perawatan. Semua renovasi tersebut memang dilakukan untuk mempercantik kawasan di kota tua tersebut.

Tugu Braga di Bandung

(Tugu Braga di Bandung | Foto : m(dot)galamedianews(dot)com)

Hal tersebut tidak berhenti sampai disitu, tidak puas dengan renovasi yang dilakukan, pemkot Bandung juga menambahkan Tugu Braga yang terletak di dekat Gedung BJB Bandung. Tugu ini berisi tatanan huruf yang bertuliskan BRAGA dengan jenis huruf yang unik.

Banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk mengunjungi taman baru di Kota Bandung tersebut. Selain ingin menikmati nuansa baru di kawasan kota tua, taman ini juga dapat menjadi tujuan wisata menarik dan menjadi spot untuk berfoto yang tentunya sangat sayang dilewatkan.

(Bangunan arsitektur lama di Jalan Braga)

(Pedagang lukisan di Jalan Braga (2010))

Pada lingkungan, di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Tata letak pertokoan tersebut mengikuti model yang ada di Eropa sesuai dengan perkembangan kota Bandung pada masa itu (1920-1940-an) sebagai kota mode yang cukup termasyhur seperti halnya kota Paris pada saat itu. Di antara pertokoan tersebut yang masih mempertahankan ciri arsitektur lama adalah pertokoan Sarinah, Apotek Kimia Farma dan Gedung Merdeka (Gedung Asia Afrika yang dulunya adalah gedung Societeit Concordia). Model tata letak jalan dan gedung gedung pertokoan dan perkantoran yang berada di Jalan Braga juga terlihat pada model jalan-jalan lain di sekitar Jalan Braga seperti Jalan Suniaraja (dulu dikenal sebagai Jalan Parapatan Pompa) dan Jalan Pos Besar (Postweg)(‘sekarang Jalan Asia-Afrika’) yang dibangun oleh Gubernur JendralHerman Willem Daendels pada tahun 1811, di depan Gedung Merdeka.

 

Berikut ini adalah keadaan suasana Kota Tua di Jalan Braga pada siang hari dan malam hari:

Suasana Pagi di Jalan Braga   Trotoar Jl Braga

Lukisan di Jl Braga

(Suasana Kota Tua di Jalan Braga pada siang hari)

Suasana Malam di Braga   Restoran di Jalan Braga

(Suasana Kota Tua di Jalan Braga pada malam hari)

 

D. Usulan Penanganan Pelestarian

Kawasan Braga dengan sebagian besar bangunannya masih merupakan bangunan lama dan kebesaran nama yang pernah disandangnya merupakan potensi yang dapat mendatangkan wisatawan, terutama wisatawan dengan minat khusus yaitu wisata nostalgia atau wisata sejarah, wisata belanja, wisata kuliner dan wisata pendidikan. Banyak wisatawan yang datang ke Braga, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing tujuannya ingin menikmati keindahan dan kemegahan bangunan di kawasan yang dahulunya pernah menyandang nama besar sebagai kawasan belanja eksklusif khusus bagi warga kota keturunan Eropa. Selain itu, tidak sedikit mahasiswa dan pelajar yang datang ke Kawasan Braga untuk mempelajari arsitektur gedung tua di sepanjang jalan tersebut. Kondisi ini merupakan potensi yang dimiliki Kawasan Braga dan tidak dimiliki kawasan lainnya di Bandung, sehingga perlu pemeliharaan bangunan-bangunan tua agar tidak hancur dimakan usia serta perlunya penggalian berbagai ide kreatif yang sesuai dengan kondisi Braga.

  • Ada beberapa tempat yg memang kurang terurus

Harus lebih diperhatikan, dandilestarikan tempat-tempatnya oleh semua warga Bandung dan penikmat Jalan Braga dan disekitar kawasan kota tua, agar tidak kotor dan tetap lestari.

  • Memperbanyak tempat sampah

Perbanyak tempat sampah juga salah satu upaya pelestarian daerah Kota Tua jalan braga. Disamping, menjaga kebersihan juga mengurangi dan mengingatkan pengunjung untuk membuang sampah di tempatnya

  • Penataan lalu lintas

Sebagai akses ke utara Bandung dari kawasan pusat kota menjadikan ruas jalan Braga sebagai kawasan yang padat. Penataan tata lalu lintas di kawasan ini perlu mendapat perhatian sehingga dapat dijadikan sebagai kawasan Pedestarian yang memberi kenyamanan kepada pejalan kaki dalam menikmati keindahan dan kemegahan gedung-gedung tua sepanjang Braga yang berdiri kokoh menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Bandung. Upaya-upaya tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Braga. Jika harapan tersebut dapat terwujud maka julukan sebagai Jalan Intelek (Jalan Kelas Utama) akan kembali melekat pada Jalan Braga serta kembali menjadi ikon bagi wisata belanja dan wisata kota tua kebanggan Bandung.

  • Tetap memperbaharui dan merawat bangunan tua bersejarah

Tetap memperbaharui bangunan Tua juga merupakan upaya pelestarian. Memperbagus bangunan dengan membersihkan dan mengganti cat namun dengan warna yang sama dan tidak menghilangkan ciri khas bangunan tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://sebandung.com/2015/05/perubahan-kawasan-kota-tua-bandung-dulu-dan-sekarang/

https://mooibandoeng.com/2013/10/25/braga-sebagai-kawasan-wisata-kota-tua-di-bandung/

http://www.basilicha.com/2013/05/kota-tua-di-bandung-its-braga.html

https://prezi.com/nlx5czd0wcux/perencaan-oengembangan-kota-tua-sejarah-dan-wisata-kuline/

Eko Sujatmiko, Kamus IPS , Surakarta: Aksara Sinergi Media Cetakan I, 2014 halaman 134

Branch, Melville C. 1996. Perencanaan Kota Komprehensif Pengantar dan Penjelasan. Terjemahan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

https://direktori-wisata.com/wisata-di-jalan-asia-afrika-bandung/

https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Braga

http://www.kusnendar.web.id/2013/07/jalan-braga-serasa-suasana-kota-paris-di-bandung.html

Sunarwibowo, Anton. 2010. “Revitalisasi Kawasan Jalan Braga sebagai Kawasan Strategis Kota Bandung”. Makalah pada Seminar Pelestarian Kawasan Kota Lama Braga. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Bandung (20-04-2010

Perubahan Kawasan Kota Tua Bandung Dulu dan Sekarang

Kawasan Kota Tua Bandung

Setelah Bandung “dandan” pada perhelatan Konferensi Asia Afrika beberapa waktu yang lalu, ada banyak perubahan yang terjadi di kawasan terselenggaranya hajat internasional ini. Selain kawasan kota tuaBandung tersebut kian cantik, berbagai fasilitas publik pun kian menyebar di seluruh kawasan yang dulunya terbengkalai.

Jika melihat lagi ke belakang, tentu sekitar kota tua Bandung yang meliputi, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, dan jalan-jalan di sekitarnya ini terkesan dibiarkan bergitu saja. Jalanan kota tua ini hanya dijadikan sebuah lintasan yang banyak dilewati. Tapi, setelah jalanan kota tua yang telah di dandani, kawasan tersebut menjadi sebuah wisata baru yang berada di pusat kota.

Kota Tua Bandung yang Ramai Pengunjung

Banyak perubahan-perubahan yang terjadi di kota tua tersebut. Bahkan, hampir setiap hari jalanan di pusat kota tersebut tidak pernah sepi dikunjungi. Di akhir pekan pun, kawasan ini menjadi tempat tujuan wisata baru yang menarik perhatian. Selain murah, tempat ini juga terletak di pusat kota yang tentunya menjadi pusat hingar bingar kota.

Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi di kota tua Bandung;

Jalan Asia Afrika

Jl. Asia Afrika

Jalan Asia Afrika merupakan jalan yang menjadi jalur menunju pusat Kota Bandung. Jalan ini terkenal sebagai jalan yang bersejarah di Bandung. Letaknya yang  berada tepat di pusat kota, membuat jalan ini banyak dilewati.

Seperti yang sudah banyak diketahui, jalan ini merupakan jalan yang menjadi tempat terselenggaranya pesta berskala internasional, yaitu Konferensi Asia Afrika. Di tempat ini jugalah berdiri gedung-gedung yang dulunya digunakan untuk menggelar pesta tersebut. Tidak hanya itu, beberapa gedung tua yang berdiri di kawasan jalan tersebut juga menjadikan kawasan tersebut terkenal dengan sebutan kota tua.

Jalan Asia Afrika Sebelum Dilakukan Revitalisasi

Jika dulu, kawasan ini hanya sering dijadikan tempat persimpangan, hal ini berbeda saat ini. Kini, Jalan Asia Afrika banyak mengalami perubahan. Perubahan ini tidak main-main, banyak penambahan ornamen dan juga fasilitas yang membuat banyak warga betah berlama-lama di kawasan kota tua Bandung ini.

Bisa dilihat dari adanya kursi-kursi bergaya klasik yang berjajar rapi di sepanjang jalan. Kursi-kursi yang merupakan hasil dari dana sumbangan pengusaha di Bandung ini ditata rapi di sepanjang Jalan Asia Afrika, mulai dari Hotel Preanger hingga POS besar polisi di wilayah alun-alun Bandung.

Wajah Baru Jalan Asia Afrika Bandung

Tidak hanya kursi-kursi klasik, di sepanjang jalan kota tua Bandung ini juga terdapat beberapa pot bunga besar yang menghiasi trotoar. Ada juga bola-bola granit besar yang bertuliskan nama-nama negara yang tergabung dalam Konferensi Asia Afrika. Sama halnya dengan pot dan kursi-kursi, bola-bola ini juga menjadi pelengkap dari jalanan kota tua di Bandung.

Lampu Penerang Jalan ala Praha

Keindahan wajah baru kawasan Jalan Asia Afrika juga semakin semarak dengan adanya lampu penerangan jalan yang dibuat berbeda. Lampu-lampu penerangan jalan ini didesain dari besi-besi yang dibentuk menyerupai tanaman yang merambat. Lampu penerangan jalan pun didesain menyerupai lampu-lampu jalanan yang ada di Praha. Tidak hanya bermanfaat menerangi jalanan, lampu ini juga dapat memanjakan wisatawan yang ingin berfoto ria di sekitar tempat tersebut.

Kawasan Asia Afrika Bandung Terdahulu

Tentu, menjadi pemandangan yang berbeda jika kita melihat Jalan Asia Afrika sebelumnya. Dulu, sebelum dilakukannya revitalisasi, jalan ini hanya menjadi jalan pusat kota. Jalan trotoar pun dibuat biasa, hanya dilapisi keramik dan tidak ada penambahan lainnya.

Tidak heran jika dulu, jalanan di sekitar pusat Kota Bandung ini tidak banyak dikunjungi. Hanya di sekitaran Gedung Merdeka yang ramai dikunjungi wisatawan. Biasanya, para wisatawan berfoto di depan gedung bersejarah tersebut dan menjadi tempat berkumpul beberapa komunitas anak muda di Bandung.

Jalan Cikapundung Timur

Jalan Cikapundung Dulu

Jalan Cikapundung Timur berada tepat di samping Gedung Museum Konferensi Asia Afrika Bandung yang merupakan kawasan kota tua. Jalan yang menjadi jembatan dari aliran Sungai Cikapundung ini mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Jika dulu, kawasan jalan yang menghubungkan Jalan Braga ini seakan terbengkalai dan tidak terawat, sekarang ini menjadi berbeda. Dulu, kawasan ini hanya digunakan oleh para pedagang Koran atau majalah sebagai tempat menjejerkan dagangannya atau sebagai pusat loper koran. Kini, kawasan tersebut disulap menjadi sebuah kawasan yang ramai dikunjungi.

Kawasan Cikapundung Timur

Lantai trotoar yang dulunya hanya dibuat dari keramik, kini seluruh jalannya dibuat dari batu granit yang dibentuk sedemikian rupa. Tidak hanya itu, di kawasan ini juga dilengkapi dengan adanya karya seni grafis dalam bentuk kotak-kotak besar yang didalamnya tersedia tempat duduk. Selain unik, box-box ini juga multifungsi.

WPAP KAA Di Bandung

Box-box yang dikenal sebagai WPAP atau Wheda Pop Art Potrait ini dibuat dalam beberapa bentuk. Ada dalam bentuk box yang juga dimanfaatkan sebagai tempat duduk yang sejuk. Ada juga WPAP yang berbentuk patung-patung tokoh-tokoh negara peserta Konferensi Asia Afrika dan juga tokoh-tokoh pemerintah Kota Bandung, seperti Ridwan Kamil dan lainnya.

Plaza Air Mancur

Ada juga Plaza Air Mancur yang membuat semarak jalanan yang dulunya digunakan pusat loper Koran. Plaza air mancur ini akan lebih indah jika dilihat di malam hari. Air-air yang keluar akan berubah warna-warna sesuai cahaya yang berasal dari lampu pemancarnya.

Kawasan Cikapundung Timur

Selain Plaza Air Mancur, ada juga kursi-kursi klasik yang sama dengan kursi yang berada di Jalan Asia Afrika. Kursi-kursi ini ditata rapi di di sepanjang jalan yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin beristirahat. Lampu-lampu penerang jalan pun tidak lepas dari perhatian wajah baru Jalan Cikapundung Timur tersebut.

KRITIK NORMATIF

4 Jan

NAMA : SANDRA DESNIA E.P

KELAS : 4TB02

NPM    : 2631208

 

Definisi

Hakikat kritik normatif adalah adanya keyakinan (conviction) bahwa di lingkungan dunia manapun, bangunan dan wilayah perkotaan selalu dibangun melalui suatu model, pola, standard atau sandaran sebagai sebuah prinsip. Dan melalui ini kualitas dan kesuksesan sebuah lingkungan binaan dapat dinilai. Norma bisa jadi berupa standar yang bersifat fisik, tetapi adakalanya juga bersifat kualitatif dan tidak dapat dikuantifikasikan. Norma juga berupa sesuatu yang tidak konkrit dan bersifat umum dan hampir tidak ada kaitannya dengan bangunan sebagai sebuah benda konstruksi. Sebagai contoh adalah slogan yang berkembang pada beberpa Negara dan berperan kuat terhadap perkembangan arsitektur seperti form follow function.

 

Contoh :

STASIUN TUGU YOGYAKARTA

Kereta api adalah bentuk transportasi rel yang terdiri dari serangkaian kendaraan yang didorong sepanjang jalur kereta api untuk mengangkut kargo atau penumpang. Kereta api merupakan alat transportasi jarak jauh ataupun jarak dekat dengan jarak waktu tempuh yang lebih cepat dibandung jalur darat lainnya, misalkan bis ataupun kendaraan pribadi. Maka dari itu banyak warga berminat menggunakan alat transportasi ini.

Salah satu contohnya yaitu stasiun tugu yogyakarta yang berada di kota yogyakarta. Stasiun ini sering digunakan penumpang untuk jarak jauh antar kota dan juga keluar kota.

IMG_2431.JPG

Sumber : lh6.googleusercontent.com

d.jpg

Sumber : http://3.bp.blogspot.com/

Salah satu stasiun di yogyakarta ini mempunyai kereta yang mempunyai jarak tempuh yang jauh yaitu ke luar kota. Stasiun ini sangat ramai untuk warga yang ingin menggunakan transportasi ini. Entah dari transportasi mudik, liburan, maupun untuk keperluan pekerjaan. Kereta api di stasiun tugu yogyakarta ini tidak pernah sepi apalagi saat musim liburan.

Stasiun ini bisa dibilang ramai karena berada di jalan yang strategis dan dekat tugu yogyakarta. Ditambah lagi letaknya disamping persis pasar malioboro yang selalu ramai dikunjungi wisatawan ataupun warga sekitar.

tugu-yogya.jpg

Sumber : http://2.bp.blogspot.com/-kkRe5y22HgE/UEghrme_HtI/AAAAAAAAATo/rPREQ6popj4/s1600/tugu-yogya.jpg

124701_malioboro.jpg Sumber : http://travel.detik.com/read/2013/03/28/124545/2206096/1383/serunya-liburan-24-jam-di-yogyakarta

seperti kita ketahui, stasiun merupakan tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang kereta api. Bahkan tempat untuk membeli tiket dan juga menunggu kereta yang belum datang. Maka dari itu fasilitas yang dibutuhkan stasiun kereta api yaitu :

  • Fasilitas parkir di muka stasiun
  • Tempat penjualan tiket dan loket informasi
  • Peron atau ruang tunggu
  • Ruang kepala stasiun
  • Ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel (alat pemindah jalur)

 

Ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di stasiun tugu yogyakarta ini, kereta yang ingin dinaikki pun masih lama datangnya (karena saya kepagian) dan belum diizinkan masuk. Lalu saya menunggu diruang tunggu dekat tempat loket pembelian tiket. b.jpg

Sumber : http://jalanjogja.com/stasiun-tugu/

1394287503740586196

Sumber : https://pasangmata.detik.com/contribution/13389

Pintu utama ini adalah ruang tunggu untuk penumpang yang belum datang keretanya dan belum dibuka untuk masuk lebih dalam (masuk menggunakan tiket) dan juga ruang untuk pembelian tiket. Seperti kita lihat, ruang tunggu ini mempunyai interior yang bagus dengan kolom yang besar. Tetapi ruang tunggu ini tidak mempunyai kursi untuk duduk, sehingga penumpang yang datang kepagian pun duduk di lantai.

 

Stasiun-KA-Tugu-Jogja-Yogyakarta-2015-v-gPa2e7l9AoA.jpg

Sumber : http://www.dragtimes.com/video-viewer.php?v=tZTOS912n_Q&feature

Bahkan banyak penumpang yang datang kepagian serta menunggu panggilan antrian pembelian loket pun duduk di sekitar kolom ruang tersebut.

 

Seperti kita ketahui, dalam ruang utama saat memasuki pintu masuk stasiun tugu yogyakarta ini merpakan tempat antrian loket lalu menunggu, tempat penukaran tiket online, dan terdapat costumer service (yang berfungsi untuk pembatalan tiket dan informasi), dan tempat menunggu kedatangan kereta. Maka dari itu diperlukan kursi untuk penumpang.20140806_123812_relawan-customer-service-dari-railfan.jpg

Sumber : http://www.tribunnews.com/

a.jpg

Sumber : http://farm9.staticflickr.com/

38566415.jpg

Sumber : http://static.panoramio.com/photos/large/38566415.jpg

juyfgukhl.jpg

Sumber : http://jalanjogja.com/stasiun-tugu/

Meski demikian, stasiun tugu yogyakarta ini mempunyai pegawai costumer service yang ramah, dan juga stasiun yang bersih. Apabila sudah masuk kedalam, memasuki peron juga terdapat bangku untuk menunggu yang lumayan banyak.

 

Referensi : http://oktavindah.blogspot.co.id/2014/01/tugas-kriteik-arsitektur.html

 

KRITIK ARSITEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

  1. KRITIK TYPIKAL

Definisi

Kritik Tipikal/Kritik Tipical (Typical Criticism) adalah sebuah metode kritik yang termasuk pada kritik Kritik Normatif (Normative Criticism). Kritik Tipikal yaitu metode kritik dengan membandingkan obyek yang dianalisis dengan bangunan sejenis lainnya, dalam hal ini bangunan publik.

 

Hakikat Metode Kritik Typical

  • Studi tipe bangunan saat ini telah menjadi pusat perhatian teoritikus dan sejarawan arsitektur karena desain menjadi lebih mudah dengan mendasarkannya pada type yang telah standard, bukan pada innovative originals (keaslian inovasi)
  • Studi tipe bangunan lebih didasarkan pada kualitas, fungsi (utility) dan ekonomi lingkungan arsitektur yang telah terstandarisasi dan terangkum dalam satu typologi
  • Menurut Alan Colquhoun (1969), Typology & Design Method, in Jencks, Charles, “Meaning in Architecture’, New York: G. Braziller : Type pemecahan standard justru disebut sebagai desain inovatif. Karena dengan ini problem dapat diselesaikan dengan mengembalikannya pada satu convensi (type standard) untuk mengurangi kompleksitas.
  • March, Lionel and Philip Steadman (1974), The Geometry of Environment, Cambridge : MIT Press, bahwa pendekatan tipopolgis dapat ditunjukkan melalui tiga rumah rancangan Frank Lloyd Wright didasarkan atas bentuk curvilinear, rectalinear dan triangular untuk tujuan fungsi yang sama.
  • Typical Criticsm diasumsikan bahwa ada konsistensi dalam pola kebutuhan dan kegiatan manusia yang secara tetap dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan lingkungan fisik

 

Elemen Kritik Typical

  • Struktural

(Struktur) Tipe ini didasarkan atas penilaian terhadap lingkungan berkait dengan penggunaan material dan pola yang sama.

  • Jenis bahan
  • Sistem struktur
  • Sistem Utilitas dan sebagainya.
  • Function (Fungsi)

Hal ini didasarkan pada pembandingan lingkungan yang didesain untuk aktifitas yang sama. Misalnya sekolah akan dievaluasi dengan keberadaan sekolah lain yang sama.

  • Kebutuhan pada ruang kelas
  • Kebutuhan auditorium
  • Kebutuhan ruang terbuka dsb.
  • Form (Bentuk)
  • Diasumsikan bahwa ada tipe bentuk-bentuk yang eksestensial dan memungkinkan untuk dapat dianggap memadai bagi fungsi yang sama pada bangunan lain.
  • Penilaian secara kritis dapat difocuskan pada cara bagaimana bentuk itu dimodifikasi dan dikembangkan variasinya.
  • Sebagai contoh bagaimana Pantheon telah memberi inspirasi bagi bentuk-bentuk bangunan yang monumental pada masa berikutnya.

Menurut Mc. Donald (1976), The Pantheon, Cambridge: Harvard : Secara simbolis dan ideologis Pantheon dapat bertahan karena ia mampu menjelaskan secara memuaskan dalam bentuk arsitektur, segala sesuatunya secara meyakinkan memenuhi kebutuhan dan inspirasi utama manusia. Melalui astraksi bentuk bumi dan imaginasi kosmos dalam bentuk yang agung. Arsitek Pantheon telah memberi seperangkat simbol transedensi agama, derajad dan kekuatan politik.

 

            Contoh Analisis Bangunan yang Menggunakan Metode Kritik Typikal

  1. Obyek yang dianalisis : Depok Town Square

Bangunan pembanding sejenis      : Cilandak Town Square

1

Depok Town Square (Detos)

2

Cilandak Town Square (Citos)

Depok Town Square adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Margonda Raya, Depok. Tempat ini merupakan salah satu tempat tujuan untuk berbelanja bagi penduduk yang bermukim di Depok.

Cilandak Town Square adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di daerah Cilandak. Tempat ini merupakan salah satu tempat tujuan untuk berbelanja bagi penduduk yang bermukim di daerah Jakarta Selatan.

Dalam hal ini Citos merupakan salah satu Town Square pertama yang berdiri di kota Jakarta dan telah banyak menginspirasi bangunan publik sejenisnya dalam hal perancangan arsitekturnya. Maka dari itu dengan menggunakan metode kritik tipikal akan dibandingkan kedua bangunan public sejenis ini dengan parameter yang disediakan sehingga dapat diketahui apakah Detos sudah memenuhi standar untuk menjadi sebuah Town Square di kota Depok.

  • Keterangan :

Detos : Depok Town Square

Citos   : Cilandak Town Square

  • Elemen Struktur :
  • Jenis Bahan;
  • -Detos :

Fasad bangunan        : kaca, beton dan besi

Struktur                     : kolom dan balok beton

Plat Lantai                 : keramik marmer

  • -Citos :

Fasad bangunan        : kaca dan beton

Struktur                     : kolom dan balok beton

Plat Lantai                 : plat beton dengan finishing cat

3

Interior Depok Town Square

4

Interior Cilandak Town Square

  • Sistem Struktur

Detos  : kolom dan balok beton dengan pondasi tiang pancang

Citos    : kolom dan balok beton dengan pondasi tiang pancang

  • Sistem Utilitas

Detos  : sistem utilitas terlihat baik, dan fasilitas pendukung ruangan seperti ac, listrik dan supply air semua berjalan dengan lancar.

Citos    : sistem utilitas terlihat baik, dan fasilitas pendukung ruangan seperti ac, listrik dan supply air semua berjalan dengan lancar hanya saja kebersihan dan keterawatannya jauh lebih baik dari Detos.

  • Fungsi Bangunan

Detos  : Bangunan komersial yang lebih mengarah ke pusat perbelanjaan. Oleh karena itu Detos memiliki banyak kios-kios untuk disewakan dibandingkan dengan Citos.

Citos    : Bangunan komersial yang lebih mengarah ke tempat hang-out(berkumpul). Memiliki banyak cafe dan restoran dengan konsep interior yang baik.

  • Bentuk Bangunan

Detos  : Bentuk bangunan terlihat masif dan perancangannya lebih mengutamakan space untuk ruang dalam yang luas(memaksimalkan lahan untuk bangunan). Untuk memberikan efek modern dan asimetris pada fasad diberikan bentukan-bentukan yang unik dengan menggunakan material  yang bervariasi baik warna dan jenisnya.

5

Fasad Depok Town Square

Citos    : Bentuk bangunan memanjang (linier) dan lebih mengutamakan perancangan ruang terbukanya, perancangan interior terlihat lebih terbuka dan sadar lingkungan dengan banyaknya teras dan balkon serta awning polikarbonat yang memberikan pencahayaan alami ketika siang hari.

6

Fasad Cilandak Town Square

Kesimpulan

Dari hasil analisis dengan metode tipikal didapat hasil bahwa bangunan Detos sudah cukup memenuhi kriteria untuk menjadi bangunan publik berdasarkan cukup banyaknya hasil yang sama dari parameter yang dijadikan standar. Citos sebagai bangunan Town Square yang pertama ada di Jakarta telah memberikan inspirasi bagi Depok Town Square untuk mengadopsi nilai-nilai dalam perancangan sebuah Town Square. Ada pun yang masih perlu diperhatikan adalah perancangan ruang terbuka harus diperhatikan agar kesan Town Square semakin terlihat.

Kelebihan Kritik Typikal

  • Desain dapat lebih efisien dan dapat menggantungkan pada tipe tertentu
  • Tidak perlu mencari lagi panduan setiap mendesain
  • Tidak perlu menentukan pilihan-pilihan visi baru lagi
  • Dapat mengidentifikasi secara spesifik setiap kasus yang sama
  • Tidak memerlukan upaya yang membutuhkan konteks lain

 

Kekurangan Kritik Typikal

  • Desain hanya didasarkan pada solusi yang minimal
  • Sangat bergantung pada tipe yang sangat standard
  • Memiliki ketergantungan yang kuat pada satu type
  • Tidak memeiliki pemikiran yang segar
  • Sekadar memproduksi ulang satu pemecahan

 

Akibat yang Ditimbulkan Kritik Typikal

  • Munculnya Semiotica dalam arsitektur, satu bentuk ilmu sistem tanda (Science of sign systems) yang mengadopsi dari tipe ilmu bahasa. Walaupun kemudian banyak pakar menyangsikan kesahihan tipe ini. Dan menyebut Semiotica dalam arsitektur sebagai bentuk PSEUDO THEORITIC
  • Munculnya Pattern Language sebagaimana telah disusun oleh Christoper Alexander
  • Banyak penelitian yang mengarah pada hanya sekadar penampilan bentuk bangunan
  • Lahirnya arsitektur yang tidak memiliki keunikan dan bangunan yang bersifat individual.
  • Munculnya satu bentuk tipikal arsitektur yang eternal dan menguasai daya kreasi perancang
  • Lahirnya periode historis suatu konsep menjadi sebuah paham yang bersifat kolektif

 

REFERENSI

http://raziq_hasan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11126/kritik+typikal.pdf.

http://nurulrosidah.blogspot.co.id/2015/02/kritik-arsitektur-analisis-bangunan_9.html

 

KRITIK ARSITEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

  1. KRITIK TERUKUR

Definisi

Sekumpulan dugaan yang mampu mendefinisikan bangunan dengan baik secara kuantitatif. Metode kritik dengan melihat ukuran dan besaran ruang yang digunakan dalam sebuah bangunan dengan acuan standarisasi dengan bangunan lainnya. dan juga dapat mengacu pada standarisasi yang telat ditetapkan dalam Data Arsitektur (Neufert Architect’s Data) dan Time Saver.

Hakikat Metode Kritik Terukur

  • Kritik Pengukuran menyatakan satu penggunaan bilangan atau angka hasil berbagai macam observasi sebagai cara menganalisa bangunan melalui hukum-hukum matematika tertentu.
  • Norma pengukuran digunakan untuk memberi arah yang lebih kuantitatif. Hal ini sebagai bentuk analogi dari ilmu pengetahuan alam.
  • Pengolahan melalui statistik atau teknik lain akan mengungkapkan informasi baru tentang objek yang terukur dan wawasan tertentu dalam studi.
  • Bilangan atau standard pengukuran secara khusus memberi norma bagaimana bangunan diperkirakan pelaksanaannya.
  • Standardisasi pengukuran dalam desain bangunan dapat berupa : Ukuran batas minimum atau maksimum, Ukuran batas rata-rata (avarage), Kondisi-kondisi yang dikehendaki Contoh : Bagaimana Pemerintah daerah melalui Peraturan Tata Bangunan menjelaskan beberapa sandard normatif : Batas maksimal ketinggian bangunan, sempadan bangunan, Luas terbangun, ketinggian pagar yang diijinkan.
  • Adakalanya standard dalam pengukuran tidak digunakan secara eksplisit sebagai metoda kritik karena masih belum cukup memenuhi syarat kritik sebagai sebuah norma Contoh : Bagaimana Huxtable menjelaskan tentang kesuksesan perkawinan antara seni di dalam arsitektur dengan bisnis investasi konstruksi yang diukur melalui standardisasi harga-harga.
  • Norma atau standard yang digunakan dalam Kritik pengukuran yang bergantung pada ukuran minimum/maksimum, kondisi yang dikehendaki selalu merefleksikan berbagai tujuan dari bangunan itu sendiri.
  • Tujuan dari bangunan biasanya diuraikan dalam tiga ragam petunjuk sebagai beikut: Tujuan Teknis ( Technical Goals) Tujuan Fungsi ( Functional Goals) Tujuan Perilaku ( Behavioural Goals)

 

Tujuan Teknis Metode Kritik Terukur

Kesuksesan bangunan dipandang dari segi standardisasi ukurannya secara teknis Contoh : Sekolah, dievaluasi dari segi pemilihan dinding interiornya. Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah :

  • Stabilitas Struktur

– Daya tahan terhadap beban struktur

-Daya tahan terhadap benturan

-Daya dukung terhadap beban yang melekat terhadap bahan

-Ketepatan instalasi elemen-elemen yang di luar sistem

  • Ketahanan Permukaan Secara Fisik

-Ketahanan permukaan

-Daya tahan terhadap gores dan coretan

-Daya serap dan penyempurnaan air

  • Kepuasan Penampilan dan Pemeliharaan

– Kebersihan dan ketahanan terhadap noda

-Timbunan debu

 

Tujuan Fungsi Metode Kritik Terukur

Berkait pada penampilan bangunan sebagai lingkungan aktifitas yang khusus maka ruang harus dipenuhi melalui penyediaan suatu area yang dapat digunakan untuk aktifitas.

Pertimbangan yang diperlukan :

  • Keberlangsungan fungsi dengan baik
  • Aktifitas khusus yang perlu dipenuhi
  • Kondisi-kondisi khusus yang harus diciptakan
  • Kemudahan-kemudahan penggunaan,
  • Pencapaian dan sebagainya.

 

Tujuan Perilaku Metode Kritik Terukur

  • Bangunan tidak saja bertujuan untuk menghasilkan lingkungan yang dapat berfungsi dengan baik tetapi juga lebih kepada dampak bangunan terhadap individu dan Kognisi mental yang diterima oleh setiap orang terhadap kualitas bentuk fisik bangunan. Behaviour Follow Form
  • Lozar (1974), Measurement Techniques Towards a Measurement Technology in Carson, Daniel,(ed) “ManEnvironment Interaction-5” Environmental Design Research Association, menganjurkan sistem klasifikasi ragam elemen perilaku dalam tiga kategori yang relevan untuk dapat memandang kritik sebagai respon yang dituju :

Persepsi Visual Lingkungan Fisik

  • Menunjuk pada persepsi visual aspek-aspek bentuk bangunan. Bahwa bentuk-bentuk visual tertentu akan berimplikasi pada kategori-kategori penggunaan tertentu.

 

Sikap umum terhadap aspek lingkungan fisik

  • Hal ini mengarah pada persetujuan atau penolakan rasa seseorang terhadap berbagai ragam objek atau situasi
  • Hal ini dapat dipandang sebagai dasar untuk mengevaluasi variasi penerimaan atau penolakan lingkungan lain terhadap keberadaan bangunan yang baru.

 

Perilaku yang secara jelas dapat diobservasi secara langsung dari perilaku manusia.

  • Dalam skala luas definisi ini berdampak pada terbentuknya pola-pola tertentu (pattern) seperti : Pola pergerakan, jalur-jalur sirkulasi, kelompok-kelompok sosial dsb.
  • Dalam skala kecil menunjuk pada faktor-faktor manusia terhadap keberadaan furniture, mesin atau penutup permukaan.
  • Teknik pengukuran dalam evaluasi perilaku melalui survey instrumen-instrumen tentang sikap, mekanisme simulasi, teknik interview, observasi instrumen, observasi langsung, observasi rangsangan sensor.

 

Kelebihan Kritik Terukur

Metodenya terukur secara kuantitatif. Memiliki Pertimbangan yang diperlukan dalam tujuan fungsi metode kritik terukur.

Kekurangan Kritik Terukur

kegiatan pendapat atau tanggapan terhadap sesuatu hal yang disertai dengan uraian dan pertimbangan baik buruknya hal tersebut , tetapi mengkritik biasanya lebih cenderung dikaitkan dengan hal-hal yang dinilai kurang baik atau buruk.

 

 

REFERENSI

http://blogfarin.blogspot.co.id/2010/12/analisis-bangunan-publik-di-depok.html

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/raziq_hasan/materi-kuliah/kritik-arsitektur/

 

KRITIK ARSITEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

 

  1. KRITIK NORMATIF

Definisi

Hakikat kritik normatif adalah adanya keyakinan (conviction) bahwa di lingkungan dunia manapun, bangunan dan wilayah perkotaan selalu dibangun melalui suatu model, pola, standard atau sandaran sebagai sebuah prinsip. Dan melalui ini kualitas dan kesuksesan sebuah lingkungan binaan dapat dinilai. Norma bisa jadi berupa standar yang bersifat fisik, tetapi adakalanya juga bersifat kualitatif dan tidak dapat dikuantifikasikan. Norma juga berupa sesuatu yang tidak konkrit dan bersifat umum dan hampir tidak ada kaitannya dengan bangunan sebagai sebuah benda konstruksi. Sebagai contoh adalah slogan yang berkembang pada beberpa Negara dan berperan kuat terhadap perkembangan arsitektur seperti form follow function.

 

Metode Kritik Normatif

Karena kompleksitas, abstraksi dan kekhususannya kritik normatif perlu dibedakan dalam metode sebagai berikut :

  • Metoda Doktrin ( satu norma yang bersifat general, pernyataan prinsip yang tak terukur)
  • Metoda Sistemik ( suatu norma penyusunan elemenelemen yang saling berkaitan untuk satu tujuan)
  • Metoda Tipikal ( suatu norma yang didasarkan pada model yang digenralisasi untuk satu kategori bangunan spesifik)
  • Metoda Terukur ( sekumpulan dugaan yang mampu mendefinisikan bangunan dengan baik secara kuantitatif)

 

  • Metoda Kritik Doktrinal

Doktrin sebagai dasar dalam pengambilan keputusan desain arsitektur yang berangkat dari keterpesonaan dalam sejarah arsitektur.

  • Sejarah arsitektur dapat meliputi : Nilai estetika, etika, ideologi dan seluruh aspek budaya yang melekat dalam pandangan masyarakat.
  • Melalui sejarah, kita mengenal : Form Follow Function – Function Follow Form Form Follow Culture – Form Follow World View Less is More – Less is Bore Big is beauty – Small is beauty Buildings should be what they wants to be Building should express : Structure, Function, Aspiration, Construction Methods, Regional Climate and Material Ornament is Crime – Ornament makes a sense of place, genius loci or extence of architecture.
  • Doktrin bersifat tunggal dalam titik pandangnya dan biasanya mengacu pada satu ‘ISME’ yang dianggap paling baik. K E U N T U N G A N M E T O D A K

 

  • Kelebihan Metoda Kritik Doktrinal
  • Dapat menjadi guideline tunggal sehingga terlepas dari pemahaman yang samar dalam arsitektur
  • Dapat memberi arah yang lebih jelas dalam pengambilan keputusan
  • Dapat memberikan daya yang kuat dalam menginterpretasi ruang
  • Dengan doktrin perancang merasa bergerak dalam nilai moralitas yang benar
  • Memberikan kepastian dalam arsitektur yang ambigu
  • Memperkaya penafsiran

 

  • Kekurangan Metoda Kritik Doktrinal
  • Mendorong segala sesuatunya tampak mudah
  • Mengarahkan penilaian menjadi lebih sederhana
  • Menganggap kebenaran dalam lingkup yang tunggal
  • Meletakkan kebenaran lebih kepada pertimbangan secara individual
  • Memandang arsitektur secara partial
  • Memungkinkan tumbuhnya pemikiran dengan kebenaran yang “absolut”
  • Memperlebar tingkat konflik dalam wacana teoritik arsitektur

 

  • Sejarah Eksisting Doktrin
  • Utilitarian

-Doktrin yang mengacu pada progress harga

-Keputusan arsitektur pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas

  • Preservasionist

– Doktrin yang cenderung mengacu pada isme lama

-Berorientasi pada paham yang bersifat immateri

-Tidak berorientasi pada bahan atau material

  • Tidy Minded

– Doktrin yang mengacu pada keteraturan

-Tahap pengambilan keputusan yang sistematik

-Berpikir detail dan cermat sebelum melanjutkan pada langkah  berikutnya

  • The Improver

– Berpikir inovatif

– Menggali kemungkinan-kemungkinan baru dari kegagalan masa lalu

-Menyesuaikan pola-pola yang ada terhadap pola-pola baru yang muncul -Ada keinginan yang kuat untuk mempertinggi kualitas karena kebaruan

  • Kesimpulan dalam Metoda Kritik Doktrinal
  • Tidak etik menggunakan keberhasilan arsitektur masa lalu untuk bangunan fungsi mutakhir
  • Tidak etik memperlakukan teknologi secara berbeda dari yang dilakukan sebelumnya
  • Jika akan mereproduce objek yang muncul pada masa lalu untuk masa kini harus dipandang secara total dan dengan cara pandang yang tepat
  • Bahwa desain arsitektur selalu mengekspresikan keputusan desain yang tepat
  • Secara sosial bangunan akan tercela bila ia merepresentasikan sikap seseorang dan tidak didasarkan pada hasrat yang tumbuh dari kebutuhan masyarakatnya

 

REFERENSI

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/raziq_hasan/materi-kuliah/kritik-arsitektur/

 

KRITIK ARSITEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

 

  1. Kritik Impressionistik

Definisi

  • Seniman mereproduksi karyanya sendiri atau orang lain dengan konsekuensi adanya kejemuan, sedang kritik selalu berubah dan berkembang
  • Kritik impressionis adakalanya dipandang sebagai parasit
  • Kritik impressionis menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya keseniannya
  • Karya yang asli berjasa bagi kritik sebagai area eksplorasi karya-karya baru dan berbeda
  • Kecantikan, memberi kepada penciptaan unsur yang universal dan estetik, menjadikan kritikus sebagai kreator, dan menghembuskan ribuan benda yang berbeda yang belum pernah hadir dalam benaknya, yang kemudian terukir pada patung-patung, terlukis pada panel-panel dan terbenam dalam permata-permata.

 

Bentuk Metode Kritik Impresionistik

Kritik Impresionistik dapat berbentuk :

  • Verbal Discourse : Narasi verbal puisi atau prosa
  • Caligramme : Paduan kata membentuk silhouette
  • Painting : Lukisan
  • Photo image : Imagi foto
  • Modification of Building : Modifikasi bangunan
  • Cartoon : Focus pada bagian bangunan sebagai lelucon

 

Contoh Metode Kritik Impresionistik

  • NARASI VERBAL yang menggunakan ruang sebagai media berkarya.

THE ROOM

Day Lewis

Inilah dunia dimana saya bisa pergi

Dan menceritakan segala rahasiku kepadanya

Dalam kamarku …

Dalam dunia telah kukurung diriku

Dari seluruh kecemasan dan ketakutanku

Dalam kamarku …

Dapatkah mimpi-mimpiku dan seluruh rencanaku

Kubangun dan kumohonkan

Dapatkah tangis dan keluhanku

Terhibur seperti kemarin

Sekarang telah gelap dan aku sendiri

Tetapi aku tidak takut

Dalam kamarku….

  • Contoh lainnya metode kritik Impressionistik

a

b

Kelebihan Kritik Impressionistik

  • Menggugah imaji tentang fakta menjadi lebih bermakna
  • Dengan cepat membuat pengamat menduga-duga sesuatu yang lain lebih dari sekadar sebuah bangunan fisik
  • Menggiring pengamat untuk lebih seksama melihat sebuah karya seni
  • Mampu membangkitkan analisis objek yang sebelumnya tampak sulit atau sebaliknya membuat kompleks yang sebelumnya tampak sederhana
  • Membuat lingkungan lebih terlihat dan mudah diingat

 

Kekurangan Kritik Impressionistik

  • Kritik seolah tidak berkait dengan arsitektur
  • Interpretasi menjadi lebih luas dan masuk dalam wilayah bidang ilmu lain
  • Pesan perbaikan dalam arsitektur tidak tampak secara langsung
  • Menghasikan satu interpretasi yang bias tentang hakikat arsitektur.

 

REFERENSI

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/raziq_hasan/materi-kuliah/kritik-arsitektur/

 

KRITIK ARSTEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

 

  1. KRITIK INTERPRETIF

Definisi

Karakteristik utama kritik interpretif adalah kritikus dengan metode sangat personal. Tindakannya bagaikan sebagai seorang interpreter atau pengamat tidak mengklaim satu doktrin, sistem, tipe atau ukuran sebagaimana yang terdapat pada kritik normatif. Kritik Interpretif punya kecenderungan karakteristik sebagai berikut :

  • Bentuk kritik cenderung subjektif namun tanpa ditunggangi oleh klaim doktrin, klaim objektifitas melalui pengukuran yang terevaluasi.
  • Kritikus melalui kesan yang dirasakannya terhadap sebuah bangunan diungkapkan untuk mempengaruhi pandangan orang lain bisa memandang sebagaimana yang dilihatnya.
  • Menyajikan satu perspektif baru atas satu objek atau satu cara baru memandang bangunan (biasanya perubahan cara pandang dengan “metafor” terhadap bangunan yang kita lihat)
  • Melalui rasa artistiknya disadari atau tidak kritikus mempengaruhi orang lain untuk merasakan sama sebagaimana yang ia alami ketika berhadapan dengan bangunan atau lingkungan kota.
  • Membangun karya “bayangan” yang independen melalui bangunan sebagaimana miliknya, ibarat kendaraan.

 

Metode Interpretif

Kritik interpretif dibagi dalam tiga metode sebagai berikut yaitu advokasi, evokasi dan impresionis.

  1. Kritik Advokasi
  • Kritik ini tidak diposisikan sebagai penghakiman (judgement) sebagaimana pada Normatif Criticism.
  • Bentuk kritiknya lebih kepada sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan
  • Isi kritik tidak mengarahkan pada upaya yang memandang rendah orang lain
  • Kritikus mencoba menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan
  • Kritikus membantu kita melihat manfaat yang telah dihasilkan arsitek melalui bangunannya dan berusaha menemukan pesona yang kita kira hanya sebuah objek menjemukan.
  • Dalam hukum kritik advokasi, kritiknya tercurah terutama pada usaha mengangkat apresiasi pengamat.
  1. Kritik Evokasi

K a r a k t e r i s t i k

  • Evoke : menimbulkan, membangkitkan
  • Ungkapan sebagai pengganti cara kita mencintai bangunan
  • Menggugah pemahaman intelektual kita atas makna yang dikandung bangunan
  • Membangkitkan emosi rasa kita dalam memperlakukan bangunan
  • Kritik evokatif tidak perlu menyajikan argumentasi rasional dalam menilai bangunan
  • Kritik evokatif tidak dilihat dalam konteks benar atau salah tetapi makna yang terungkap dan penglaman ruang yang dirasakan.
  • Mendorong orang lain untuk turut membangkitkan emosi yang serupa sebagaimana dirasakan kritikus
  • Kritik evokatif disampaikan dalam bentuk : naratif dan fotografi

– Kritik Naratif

Contoh : Kritik Peter Green (1974)

Perjalanan ke Bawah Tanah London

Ketika aku turun memasuki usus-ususmu London…

Melalui mulutmu yang lembab

Melalui bibirmu yang kering

Melalui ubinmu yang retak dan jalanmu yang penuh luka

Melalui eskalatormu yang tiada berujung

Bergerak menggelinding dalam temaram cahayamu

Bergelantung dalam kompartemenmu yang merana

Bergelantung melintasi seluruh kota

Bergelantung melintasi benua

Bergelantung sembari menggapai keseimbangan

Dan membaca dengan sebelah tangan koran-koran raksasa

Jiwa melemah menghirup lagi udara yang telah berpuluh-puluh kali dihirup

Aku mengelana dalam mimpi yang memuakkan

Melewati dinding-dindingmu yang kasar

Dan lorong-lorongmu yang bisu

Menari-nari berjejalan di sela tempat dudukmu yang mahal

Dan ruang dansa yang lurus membosankan

Di kerumunan teman yang tak pernah kukenal

Menuju keterasingan..

Musik yang tak berirama..

Kadang berdentum…

Kadang sunyi..

Diselingi cahaya yang melintas

Kadang terang berkilau

Kadang pendar temaram

Lintasanmu meliuk di bawah tanah

Menembus jalan-jalan sungai-sungai dan rumah-rumah

Kadang turun menghunjam naik menukik dan…

Kadang melata di tengah perut bumi..

Debu terbang di sela asapmu

Menyusup dan menyergap sesak napasku

Menggerincing di sepanjang lintasan listrikmu

Angkutan London…

Menyisakan kehangatan masa lalu

Di Sloane Square, seorang anak lai-laki melintas

Menggiring seekor sapi dengan tambatan

Sapi putih kecoklatan

Hidung besar kemerahan

Ekornya menari-nari mengibas serangga

Puttingnya membengkak

Menatap dengan mata mengkilap

Sementara hitam di luar jendela mulai merangkak

Dan mata dipenuhi oleh malam yang buta

Aku berdiri dalam hati yang mulai panas

Hening di tengah terowongan

Dan berdiri di atas kereta yang tak sempurna

Sisa debu kemarin masih menempel

Koran-koran berdesir mengumpulkan kesadaranku yang hamper hilang

Dan batuk-batuk gelisah masih belum reda juga

Kami harus menyusuri malam

Duduk kembali mengunci dalam kesendirian

Kepala terkulai lelap

Dengkur-dengkur kelelahan menyelinap dalam hening

Kelopak mata lelah kehilangan tenaganya

Lantai kereta….

Adalah lautan surat kabar, bungkus permen, puntung rokok dan kertas-kertas tisu

Sesekali sepeda motor di luar menderu melawan hiruk musik tak berirama

Lalu kembali sunyi

Dalam jam kami tak pernah tahu telah berapa lama waktu habis bersamanya di sana

Hari pasti telah berlalu

Dan wanita hamil menunggu di atas kaki letih dan kaku

Bau pesing keringat dan air seni berbaur menciptakan aroma baru

Hari tampak menunggu malam

Bintang berpendar di luar di sela garis hitam jendela

Pada jam lima pagi

Mereka bergerak kembali tanpa peringatan

Di Kensington Selatan..

Pintu-pintu terbuka

Mereka berhamburan bagai terlempar dalam tumpukan jerami

Angin sepoi dingin menyelinap melalui celah kereta

Ia kembali melintas seperti kemarin

Ia tak pernah lelah menyusuri seluruh kota, benua dan…

Seluruh tempat pijak peradaban manusia…

 

Fotografi :

Intensify (Kemudahan pemahaman)

1

Juxtaposition ( Penyandingan sesuatu yang kontras)

2

 

Ethereal (Suasana pemahaman yang mudah dari referensi)

3

Assosiation ( Pengkaitan dengan hal-hal lain yang eksotik)

4

   Momen of Thruth ( Momen kebenaran)

5

  1. Kritik Impresionis

      K a r a k t e r i s t i k

  • Seniman mereproduksi karyanya sendiri atau orang lain dengan konsekuensi adanya kejemuan, sedang kritik selalu berubah dan berkembang. Impresi terhadap karya mempengaruhi perancang untuk membuat perubahan dan perkembangan dalam karya-karya berikutnya.
  • Kritik impressionis adakalanya dipandang sebagai parasit karena seringkali menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya keseniannya. Karya yang telah ada menjadi kendaraan untuk menghasilan karya seni lain melalui berbagai metode penyajian.
  • Karya yang asli berjasa bagi kritik sebagai area eksplorasi karya-karya baru yang berbeda. Begitu juga sebaliknya kritik akan membaerikan impresi bagi pengkayaan rasa, pengalaman dan apresiasi terhadap perkembangan teoritik ke depan.
  • Kecantikan, memberi kepada penciptaan unsur yang universal dan estetik, menjadikan kritikus sebagai kreator, dan menghembuskan ribuan benda yang berbeda yang belum pernah hadir dalam benaknya, yang kemudian terukir pada patung-patung, terlukis pada panel-panel dan terbenam dalam permata-permata.
  • Kritik Impresionistik dapat berbentuk :

Verbal Discourse                     : Narasi verbal puisi atau prosa

Caligramme                             : Paduan kata yang membentuk silhouette

Painting                                               : Lukisan

Photo image                           : Imagi foto

Modification of Building                    : Modifikasi bangunan

Cartoon                                               : Focus pada bagian bangunan sebagai  lelucon

Contoh kritik impressionis (narasi verbal) yang menggunakan ruang sebagai media berkarya.

THE ROOM

Day Lewis

Inilah dunia dimana saya bisa pergi

Dan menceritakan segala rahasiku kepadanya

Dalam kamarku …

Dalam dunia telah kukurung diriku

Dari seluruh kecemasan dan ketakutanku

Dalam kamarku …

Dapatkah mimpi-mimpiku dan seluruh rencanaku

Kubangun dan kumohonkan

Dapatkah tangis dan keluhanku

Terhibur seperti kemarin

Sekarang telah gelap dan aku sendiri

Tetapi aku tidak takut

Dalam kamarku….

 6               7

Caliiagra                                                                           imagi

8        9

Modifikasi                                                                       Cartoon

     K euntungan  Kritik  I m p r e s s i o n i s

  • Menggugah imaji tentang fakta menjadi lebih bermakna
  • Dengan cepat membuat pengamat menduga-duga sesuatu yang lain lebih dari sekadar sebuah bangunan fisik
  • Menggiring pengamat untuk lebih seksama melihat sebuah karya seni
  • Mampu membangkitkan analisis objek yang sebelumnya tampak sulit atau sebaliknya membuat kompleks yang sebelumnya tampak sederhana
  • Membuat lingkungan lebih terlihat dan mudah diingat

 

Contoh Kritik Interpretif

Objek : Museum Serangga

Lokasi : Taman Mini Indonesia Indah

Museum Serangga di Taman Mini “Indonesia Indah” memiliki luas gedung 500 m2. Peresmian dan pembukaannya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, yaitu Bapak Soeharto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Taman Mini Indonesia Indah, tanggal 20 April 1993. Saat baru memasuki area museum, pengunjung akan disambut oleh gerbang Museum Serangga dan Taman Kupu yang bertengger baliho kupu-kupu sayap burung. Di depan pintu museum duduk patung kumbang tanduk raksasa dan sepasang daun pintu kaca patri bermotif kupu-kupu.

10

Gambar 1. Gambar Patung Kumbang Tanduk Raksasa

11

Gambar 2. Gambar Pintu Masuk Taman Kupu – Kupu

12

Gambar 3. Gambar Pintu MasukBangunan yang Terbuat dari

Kaca Patri yangBermotif Kupu – Kupu

Untuk ukuran sebuah museum, museum serangga di TMII ini memiliki ukuran yang kecil. Tetapi museum ini memiliki koleksi yang baik bagus dan terawat. Ruang pameran yang bersih, pencahayaan yang cukup baik, dan memiliki pendingin ruangan (meskipun pada saat saya berkunjung, hanya beberapa ruangan saja yang
terasa sangat dingin). Permasalahannya adalah tiket untuk mengunjungi museum serangga dengan museum air tawar dijadikan satu sehingga cukup menjadikannya museum dengan tarif masuk yang agak sedikit mahal.

13

Gambar 4. Gambar Kumpulan Berbagai Jenis Serangga dari Nusantara

14

Gambar 5. Gambar Peta Kupu – Kupu Di Indonesia

Koleksi museum terdiri sekitar 600 jenis serangga, didominasi oleh kupu-kupu (sekitar 250 jenis) dan kumbang (sekitar 200 jenis). Koleksi lain mencakup belalang ranting dan belalang daun, capung dancapung jarum, jangkrik dan gangsir, kecoak, ngengat, orong-orong/anjing tanah,kerabat tonggeret. Selain spesimen serangga awetan kering, museum menampilkan koleksi serangga hidup yaitu belalang ranting dan belalang daun. Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca. Dengan pencahayaan dan penataan yang cukup baik.

15

16

17

Gambar 6. Gambar Beberapa Koleksi Museum Serangga

18

19

20

Gambar 7. Gambar Beberapa Pencahayaan yang Dimiliki Museum Serangga

Secara keseluruhan museum ini memang cukup terawat dan bagus, hanya saja dalam penataan tata ruang ataupun interior dan keseluruhan bentuk bangunan terlihat monoton.

Kelebihan Kritik Interpretif

Didalam kritik ini, tindakan seorang interpreter atau pengamat tidak mengklaim satu doktrin, sistem, tipe atau ukuran.

Kekurangan Kritik Interpretif

Hanya menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan.

REFERENSI

http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6741/KRITIK+INTERPRETASI.doc.

http://nuwlanuwla.blogspot.co.id/2013/02/kritik-rekaman-dari-tanggapan-terhadap.html