KRITIK ARSTEKTUR

4 Nov

Nama   : Sandra Desnia Erlita Putri

Kelas   : 4TB02

NPM   : 26312808

KRITIK  ARSITEKTUR

 

  1. KRITIK INTERPRETIF

Definisi

Karakteristik utama kritik interpretif adalah kritikus dengan metode sangat personal. Tindakannya bagaikan sebagai seorang interpreter atau pengamat tidak mengklaim satu doktrin, sistem, tipe atau ukuran sebagaimana yang terdapat pada kritik normatif. Kritik Interpretif punya kecenderungan karakteristik sebagai berikut :

  • Bentuk kritik cenderung subjektif namun tanpa ditunggangi oleh klaim doktrin, klaim objektifitas melalui pengukuran yang terevaluasi.
  • Kritikus melalui kesan yang dirasakannya terhadap sebuah bangunan diungkapkan untuk mempengaruhi pandangan orang lain bisa memandang sebagaimana yang dilihatnya.
  • Menyajikan satu perspektif baru atas satu objek atau satu cara baru memandang bangunan (biasanya perubahan cara pandang dengan “metafor” terhadap bangunan yang kita lihat)
  • Melalui rasa artistiknya disadari atau tidak kritikus mempengaruhi orang lain untuk merasakan sama sebagaimana yang ia alami ketika berhadapan dengan bangunan atau lingkungan kota.
  • Membangun karya “bayangan” yang independen melalui bangunan sebagaimana miliknya, ibarat kendaraan.

 

Metode Interpretif

Kritik interpretif dibagi dalam tiga metode sebagai berikut yaitu advokasi, evokasi dan impresionis.

  1. Kritik Advokasi
  • Kritik ini tidak diposisikan sebagai penghakiman (judgement) sebagaimana pada Normatif Criticism.
  • Bentuk kritiknya lebih kepada sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan
  • Isi kritik tidak mengarahkan pada upaya yang memandang rendah orang lain
  • Kritikus mencoba menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan
  • Kritikus membantu kita melihat manfaat yang telah dihasilkan arsitek melalui bangunannya dan berusaha menemukan pesona yang kita kira hanya sebuah objek menjemukan.
  • Dalam hukum kritik advokasi, kritiknya tercurah terutama pada usaha mengangkat apresiasi pengamat.
  1. Kritik Evokasi

K a r a k t e r i s t i k

  • Evoke : menimbulkan, membangkitkan
  • Ungkapan sebagai pengganti cara kita mencintai bangunan
  • Menggugah pemahaman intelektual kita atas makna yang dikandung bangunan
  • Membangkitkan emosi rasa kita dalam memperlakukan bangunan
  • Kritik evokatif tidak perlu menyajikan argumentasi rasional dalam menilai bangunan
  • Kritik evokatif tidak dilihat dalam konteks benar atau salah tetapi makna yang terungkap dan penglaman ruang yang dirasakan.
  • Mendorong orang lain untuk turut membangkitkan emosi yang serupa sebagaimana dirasakan kritikus
  • Kritik evokatif disampaikan dalam bentuk : naratif dan fotografi

– Kritik Naratif

Contoh : Kritik Peter Green (1974)

Perjalanan ke Bawah Tanah London

Ketika aku turun memasuki usus-ususmu London…

Melalui mulutmu yang lembab

Melalui bibirmu yang kering

Melalui ubinmu yang retak dan jalanmu yang penuh luka

Melalui eskalatormu yang tiada berujung

Bergerak menggelinding dalam temaram cahayamu

Bergelantung dalam kompartemenmu yang merana

Bergelantung melintasi seluruh kota

Bergelantung melintasi benua

Bergelantung sembari menggapai keseimbangan

Dan membaca dengan sebelah tangan koran-koran raksasa

Jiwa melemah menghirup lagi udara yang telah berpuluh-puluh kali dihirup

Aku mengelana dalam mimpi yang memuakkan

Melewati dinding-dindingmu yang kasar

Dan lorong-lorongmu yang bisu

Menari-nari berjejalan di sela tempat dudukmu yang mahal

Dan ruang dansa yang lurus membosankan

Di kerumunan teman yang tak pernah kukenal

Menuju keterasingan..

Musik yang tak berirama..

Kadang berdentum…

Kadang sunyi..

Diselingi cahaya yang melintas

Kadang terang berkilau

Kadang pendar temaram

Lintasanmu meliuk di bawah tanah

Menembus jalan-jalan sungai-sungai dan rumah-rumah

Kadang turun menghunjam naik menukik dan…

Kadang melata di tengah perut bumi..

Debu terbang di sela asapmu

Menyusup dan menyergap sesak napasku

Menggerincing di sepanjang lintasan listrikmu

Angkutan London…

Menyisakan kehangatan masa lalu

Di Sloane Square, seorang anak lai-laki melintas

Menggiring seekor sapi dengan tambatan

Sapi putih kecoklatan

Hidung besar kemerahan

Ekornya menari-nari mengibas serangga

Puttingnya membengkak

Menatap dengan mata mengkilap

Sementara hitam di luar jendela mulai merangkak

Dan mata dipenuhi oleh malam yang buta

Aku berdiri dalam hati yang mulai panas

Hening di tengah terowongan

Dan berdiri di atas kereta yang tak sempurna

Sisa debu kemarin masih menempel

Koran-koran berdesir mengumpulkan kesadaranku yang hamper hilang

Dan batuk-batuk gelisah masih belum reda juga

Kami harus menyusuri malam

Duduk kembali mengunci dalam kesendirian

Kepala terkulai lelap

Dengkur-dengkur kelelahan menyelinap dalam hening

Kelopak mata lelah kehilangan tenaganya

Lantai kereta….

Adalah lautan surat kabar, bungkus permen, puntung rokok dan kertas-kertas tisu

Sesekali sepeda motor di luar menderu melawan hiruk musik tak berirama

Lalu kembali sunyi

Dalam jam kami tak pernah tahu telah berapa lama waktu habis bersamanya di sana

Hari pasti telah berlalu

Dan wanita hamil menunggu di atas kaki letih dan kaku

Bau pesing keringat dan air seni berbaur menciptakan aroma baru

Hari tampak menunggu malam

Bintang berpendar di luar di sela garis hitam jendela

Pada jam lima pagi

Mereka bergerak kembali tanpa peringatan

Di Kensington Selatan..

Pintu-pintu terbuka

Mereka berhamburan bagai terlempar dalam tumpukan jerami

Angin sepoi dingin menyelinap melalui celah kereta

Ia kembali melintas seperti kemarin

Ia tak pernah lelah menyusuri seluruh kota, benua dan…

Seluruh tempat pijak peradaban manusia…

 

Fotografi :

Intensify (Kemudahan pemahaman)

1

Juxtaposition ( Penyandingan sesuatu yang kontras)

2

 

Ethereal (Suasana pemahaman yang mudah dari referensi)

3

Assosiation ( Pengkaitan dengan hal-hal lain yang eksotik)

4

   Momen of Thruth ( Momen kebenaran)

5

  1. Kritik Impresionis

      K a r a k t e r i s t i k

  • Seniman mereproduksi karyanya sendiri atau orang lain dengan konsekuensi adanya kejemuan, sedang kritik selalu berubah dan berkembang. Impresi terhadap karya mempengaruhi perancang untuk membuat perubahan dan perkembangan dalam karya-karya berikutnya.
  • Kritik impressionis adakalanya dipandang sebagai parasit karena seringkali menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya keseniannya. Karya yang telah ada menjadi kendaraan untuk menghasilan karya seni lain melalui berbagai metode penyajian.
  • Karya yang asli berjasa bagi kritik sebagai area eksplorasi karya-karya baru yang berbeda. Begitu juga sebaliknya kritik akan membaerikan impresi bagi pengkayaan rasa, pengalaman dan apresiasi terhadap perkembangan teoritik ke depan.
  • Kecantikan, memberi kepada penciptaan unsur yang universal dan estetik, menjadikan kritikus sebagai kreator, dan menghembuskan ribuan benda yang berbeda yang belum pernah hadir dalam benaknya, yang kemudian terukir pada patung-patung, terlukis pada panel-panel dan terbenam dalam permata-permata.
  • Kritik Impresionistik dapat berbentuk :

Verbal Discourse                     : Narasi verbal puisi atau prosa

Caligramme                             : Paduan kata yang membentuk silhouette

Painting                                               : Lukisan

Photo image                           : Imagi foto

Modification of Building                    : Modifikasi bangunan

Cartoon                                               : Focus pada bagian bangunan sebagai  lelucon

Contoh kritik impressionis (narasi verbal) yang menggunakan ruang sebagai media berkarya.

THE ROOM

Day Lewis

Inilah dunia dimana saya bisa pergi

Dan menceritakan segala rahasiku kepadanya

Dalam kamarku …

Dalam dunia telah kukurung diriku

Dari seluruh kecemasan dan ketakutanku

Dalam kamarku …

Dapatkah mimpi-mimpiku dan seluruh rencanaku

Kubangun dan kumohonkan

Dapatkah tangis dan keluhanku

Terhibur seperti kemarin

Sekarang telah gelap dan aku sendiri

Tetapi aku tidak takut

Dalam kamarku….

 6               7

Caliiagra                                                                           imagi

8        9

Modifikasi                                                                       Cartoon

     K euntungan  Kritik  I m p r e s s i o n i s

  • Menggugah imaji tentang fakta menjadi lebih bermakna
  • Dengan cepat membuat pengamat menduga-duga sesuatu yang lain lebih dari sekadar sebuah bangunan fisik
  • Menggiring pengamat untuk lebih seksama melihat sebuah karya seni
  • Mampu membangkitkan analisis objek yang sebelumnya tampak sulit atau sebaliknya membuat kompleks yang sebelumnya tampak sederhana
  • Membuat lingkungan lebih terlihat dan mudah diingat

 

Contoh Kritik Interpretif

Objek : Museum Serangga

Lokasi : Taman Mini Indonesia Indah

Museum Serangga di Taman Mini “Indonesia Indah” memiliki luas gedung 500 m2. Peresmian dan pembukaannya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, yaitu Bapak Soeharto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Taman Mini Indonesia Indah, tanggal 20 April 1993. Saat baru memasuki area museum, pengunjung akan disambut oleh gerbang Museum Serangga dan Taman Kupu yang bertengger baliho kupu-kupu sayap burung. Di depan pintu museum duduk patung kumbang tanduk raksasa dan sepasang daun pintu kaca patri bermotif kupu-kupu.

10

Gambar 1. Gambar Patung Kumbang Tanduk Raksasa

11

Gambar 2. Gambar Pintu Masuk Taman Kupu – Kupu

12

Gambar 3. Gambar Pintu MasukBangunan yang Terbuat dari

Kaca Patri yangBermotif Kupu – Kupu

Untuk ukuran sebuah museum, museum serangga di TMII ini memiliki ukuran yang kecil. Tetapi museum ini memiliki koleksi yang baik bagus dan terawat. Ruang pameran yang bersih, pencahayaan yang cukup baik, dan memiliki pendingin ruangan (meskipun pada saat saya berkunjung, hanya beberapa ruangan saja yang
terasa sangat dingin). Permasalahannya adalah tiket untuk mengunjungi museum serangga dengan museum air tawar dijadikan satu sehingga cukup menjadikannya museum dengan tarif masuk yang agak sedikit mahal.

13

Gambar 4. Gambar Kumpulan Berbagai Jenis Serangga dari Nusantara

14

Gambar 5. Gambar Peta Kupu – Kupu Di Indonesia

Koleksi museum terdiri sekitar 600 jenis serangga, didominasi oleh kupu-kupu (sekitar 250 jenis) dan kumbang (sekitar 200 jenis). Koleksi lain mencakup belalang ranting dan belalang daun, capung dancapung jarum, jangkrik dan gangsir, kecoak, ngengat, orong-orong/anjing tanah,kerabat tonggeret. Selain spesimen serangga awetan kering, museum menampilkan koleksi serangga hidup yaitu belalang ranting dan belalang daun. Seluruh koleksi dipamerkan dalam kotak kaca. Dengan pencahayaan dan penataan yang cukup baik.

15

16

17

Gambar 6. Gambar Beberapa Koleksi Museum Serangga

18

19

20

Gambar 7. Gambar Beberapa Pencahayaan yang Dimiliki Museum Serangga

Secara keseluruhan museum ini memang cukup terawat dan bagus, hanya saja dalam penataan tata ruang ataupun interior dan keseluruhan bentuk bangunan terlihat monoton.

Kelebihan Kritik Interpretif

Didalam kritik ini, tindakan seorang interpreter atau pengamat tidak mengklaim satu doktrin, sistem, tipe atau ukuran.

Kekurangan Kritik Interpretif

Hanya menyajikan satu arah topik yang dipandang perlu untuk kita perhatikan secara bersama tentang bangunan.

REFERENSI

http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6741/KRITIK+INTERPRETASI.doc.

http://nuwlanuwla.blogspot.co.id/2013/02/kritik-rekaman-dari-tanggapan-terhadap.html

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: